Dua tahun terakhr ini di Ripungan berdiri sebuah studio kecil tempat bermain dan belajar yang dinamakan Studio Biru. Bangunan yang awalnya hanya sebuah gubuk reot berlantai tanah bekas tempat penampungan warga yang terkena gempa, setahun yang lalu telah dibangun kembali, meski dengan lokasi yang berbeda, secara swadaya hasil gotong royong warga dan sumbangan orang-orang yang peduli. Studio ini saat ini dikelola oleh pemuda setempat .
Di musim seperti ini, di mana hujan tak kunjung datang, tanah Ripungan semakin keras. Pohon-pohon kering berdiri tanpa daun. Ladang dan kebun tak bisa ditanami saking kerasnya tanah. Air yang ada hanya bisa untuk kebutuhan sehari-hari. Extrajoss, Laki Berani Berkurban saya rasa sangat cocok untuk menggambarkan warga Ripungan yang meski dengan segala keterbatasannya tak pernah patah semangat.
Beberapa hari lalu saya dengan beberapa teman berkesempatan berkunjung ke sini dan melihat bagaimana warga bergotong-royong membantu salah satu warga yang sedang mengadakan hajatan nikah salah seorang putri mereka. Seadanya tapi tampak sekali raut syukur di wajah mereka, raut bahagia karena telah setidaknya berbagi beban, menyumbangkan yang dimiliki untuk membantu yang membutuhkan. Semangat gotong royong khas Indonesia yang akhir-akhir ini sepertinya semakin luntur dari negeri ini tak tampak di Ripungan. Mereka masih semangat, mereka masih suka berbagi, mereka saling membantu meski dengan kondisi yang serba terbatas. Dan saya rasa ini saatnya bagi kita berbagi harapan dan kebahagian bersama mereka dengan semangat Laki Berani Berkurban!
–*–
Kontak person : Mas Arif (0856-4387-3025)Ripungan,Bokoharjo, kecamatan Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Vloger : Yuladi (0817464801)
email : yuladhi@gmail.com
twitter : @kouncoeng


Tidak ada komentar:
Posting Komentar