Kamis, 18 Oktober 2012

Laki Berani Berkurban di Bukit Gersang

Ripungan adalah nama sebuah dusun kecil yang terletak di desa Bokoharjo, kecamatan Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Terletak di daerah perbukitan Batur Agung, Ripungan merupakan daerah tandus. Pohon-pohon meranggas, tanpa daun, juga tanah kering retak berdebu adalah pemandangan sehari-hari di dusun ini. Ripungan adalah dusun terdampak kekeringan. Mata pencaharian penduduk yang sebagian besar dari bertani dan berkebun sangat kontras dengan kondisi tanahnya yang kering, sulit ditanami. Pada tahun 2006 ketika gempa melanda Yogyakarta, Ripungan merupakan salah satu daerah yang mengalami kerusakan parah.

Warga Ripungan bisa dibilang masih kurang tersentuh pendidikan. Tingkat pendidikan penduduk di sini masih rendah. Lokasi tempat belajar atau sekolah sulit dijangkau. Anak-anak harus menuruni bukit, berjalan kiloan meter untuk bisa sampai di sekolah. Anak putus sekolah bukan hal yang luar biasa di sini. Menikah setelah lulus sekolah tinggi juga sudah biasa. Bukan hanya kurang dalam pendidikan formal, dalam pendidikan non formal atau keahlian warga Ripungan juga masih rendah.
Dua tahun terakhr ini di Ripungan berdiri sebuah studio kecil tempat bermain dan belajar yang dinamakan Studio Biru. Bangunan yang awalnya hanya sebuah gubuk reot berlantai tanah bekas tempat penampungan warga yang terkena gempa, setahun yang lalu telah dibangun kembali, meski dengan lokasi yang berbeda, secara swadaya hasil gotong royong warga dan sumbangan orang-orang yang peduli. Studio ini saat ini dikelola oleh pemuda setempat .
Di musim seperti ini, di mana hujan tak kunjung datang, tanah Ripungan semakin keras. Pohon-pohon kering berdiri tanpa daun. Ladang dan kebun tak bisa ditanami saking kerasnya tanah. Air yang ada hanya bisa untuk kebutuhan sehari-hari. Extrajoss, Laki Berani Berkurban saya rasa sangat cocok untuk menggambarkan warga Ripungan yang meski dengan segala keterbatasannya tak pernah patah semangat.


Beberapa hari lalu saya dengan beberapa teman berkesempatan berkunjung ke sini dan melihat bagaimana warga bergotong-royong membantu salah satu warga yang sedang mengadakan hajatan nikah salah seorang putri mereka. Seadanya tapi tampak sekali raut syukur di wajah mereka, raut bahagia karena telah setidaknya berbagi beban, menyumbangkan yang dimiliki untuk membantu yang membutuhkan. Semangat gotong royong khas Indonesia yang akhir-akhir ini sepertinya semakin luntur dari negeri ini tak tampak di Ripungan. Mereka masih semangat, mereka masih suka berbagi, mereka saling membantu meski dengan kondisi yang serba terbatas. Dan saya rasa ini saatnya bagi kita berbagi harapan dan kebahagian bersama mereka dengan semangat Laki Berani Berkurban!
–*–
Kontak person : Mas Arif (0856-4387-3025)
Ripungan,Bokoharjo, kecamatan Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Vloger : Yuladi (0817464801)
email    : yuladhi@gmail.com
twitter : @kouncoeng

Tidak ada komentar:

Posting Komentar